Buntut Diskualifikasi Rizky, Akun Medsos BEM FKM Uniska Banjir Komentar

Lentera Uniska, Banjarmasin – Penganuliran status M Rizky sebagai Ketua BEM FKM terpilih periode 2020-2021 menambah panasnya suhu politik di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB).

Beragam respon warganet pun bermunculan pasca pengumuman diskualifikasi Rizky (05/01). Hal itu terlihat pada akun media sosial instagram resmi @bemfkmuniska yang mendapat banjir komentar.

Hingga pukul 20.00 WITA, terpantau sudah ada 82 komentar di unggahan itu. Bahkan, terlihat BEM FKM sempat memilih membatasi kolom komentar pada postingan tersebut.

Menariknya, beberapa di antara komentar warganet justru menyayangkan diskualifikasi yang dijatuhkan Panitia Pemilihan Umum (PPU) FKM Uniska. Seperti akun bernama @nr_rhmiamii.

“Mohon maaf sebelumnya izin menyampaikan, mungkin dari saya minta keterbukaan masalah ini. Mengingat terpilihnya Rizky kemaren juga dari suara mahasiswa FKM. Dan ini saya merasa keputusan sepihak tanpa melibatkan mahasiswa FKM,” tulisnya.

“Mohon izin bertanya, isi sistem pemilu di FKM ini bagaimana, kok bisa pas sudah terpilih Muhammad Rizky kena didiskualifikasi mohon penjelasannya,” tulis akun @saipulhadi77.

“Kenapa pemenuhan berkasnya pada saat sudah terpilih??,” tulis akun bernama @lisamentari.

Di sisi lain, Ketua PPU FKM Uniska, Juwita Rahayu menjelaskan, Rizky didiskualifikasi lantaran merangkap dua jabatan sekaligus.

Padahal, kata dia, usai dinyatakan sebagai ketua BEM FKM terpilih, Rizky telah menyatakan mundur dari jabatan yang ia emban di organisasi eksternal kampus.

“Sudah diberi tenggat waktu sebulan untuk melampirkan surat pengunduran diri. Tapi Rizky baru merespon kami,” jelasnya kepada Lentera, Rabu (06/01).

Terlihat juga, pihak PPU telah memberikan pernyataan klarifikasi terkait surat keputusan penganuliran M Rizky sebagai ketua BEM FKM terpilih periode 2020-2021. Pernyataan itu diunggah melalui akun instagram resmi BEM FKM Uniska. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.