Surati Presiden Jokowi, Mahasiswa di Banjarmasin Desak Ketua KPK dan Kepala BKN Dipecat

Lentera Uniska, Banjarmasin – Ratusan mahasiswa di Kota Banjarmasin menggelar aksi #SaveKPK di ruas jalan Lambung Mangkurat, Senin (21/06).

Massa dari lintas perguruan tinggi ini mendesak Presiden Joko Widodo turun tangan atas sengkarut yang terjadi di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi sekarang.

Dengan secarik kertas berisi tandatangan Ketua Komisi I DPRD Kalsel Rachmah Noorlias di atas materai sepuluh ribu, sedikitnya massa menyodorkan 8 tuntutan.

Mereka meminta wakil rakyat Kalsel menyampaikan tuntutan kepada orang nomor satu Republik Indonesia.

Bahkan, wajib menyertakan bukti tanda terima dan dokumentasi di Kantor Staf Presiden, Jakarta.

Adapun sederet tuntutan tersebut di antaranya; mendesak Presiden Jokowi untuk memberhentikan Pimpinan KPK yang bermasalah khususnya Ketua Firli Bahuri serta Kepala BKN Bima Haria Wibisana.

Ketiga, mendesak Presiden Jokowi untuk melakukan pembatalan 75 Pegawai KPK yang dinonaktifkan.

Lalu, mendesak presiden untuk membentuk Tim Investigasi yang melibatkan partisipasi publik secara luas guna melakukan investigasi yang menyeluruh atas dugaan skandal pemberhentian pegawai KPK.

Kemudian, mendesak Firli Bahuri agar segera memenuhi panggilan Komnas HAM atas skandal tes wawasan kebangsaan (TWK) dan pemberhentian 75 pegawai KPK.

Di samping itu, mendesak BKN agar membuka kejelasan tentang indikator “Merah” dan “Hijau” yang dikaitkan dengan pegawai KPK.

Terakhir, mendesak Presiden Jokowi untuk menyudahi segala bentuk tindakan yang ditujukan sebagai bagian dari proses pelemahan dan pembusukan KPK. Serta mengembalikan marwah independensi lembaga antirasuah tersebut.

“Jika dalam 1×24 jam sejak ditandatangani ini tak dipenuhi, maka kami akan kembali turun aksi, dengan massa yang lebih banyak lagi,” kata Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel, Ahmad Renaldi.

Meski berlangsung tak begitu lama, ketegangan sempat mewarnai aksi bela KPK ini.

Dorong-dorongan antara demonstran dengan aparat kepolisian sempat terjadi. Ini lantaran massa memaksa ingin masuk ke gedung DPRD Kalsel, namun dihadang barikade aparat bersenjata di ruas jalan Lambung Mangkurat.

Kendati demikian, aksi #SaveKPK di Banjarmasin tetap berlangsung lancar. Perwakilan DPRD Kalsel pun berjanji siap memenuhi tuntutan demonstran untuk disampaikan ke Presiden Jokowi. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.