Akun Instagram BEM Uniska Diserang Buzzer, Dituding Alihkan Isu ‘Bebaskan Habib Rizieq’

Presiden Mahasiswa Uniska MAB, Zikri Nur Abadi

Lentera Uniska, Banjarmasin – Unggahan “The King and The Prince of Lip Service” oleh akun media sosial instagram Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, mendapat serangan balik dari buzzer.

Sejumlah komentar di unggahan tersebut menuding gerakan BEM Uniska merupakan pengalihan isu soal bebaskan Habib Rizieq Shihab.

Misalnya seperti akun bernama @hemanth__mrb menulis “Universitas Islam yang tak membela sama sekali Habib Riziq, kalian diupah berapa untuk alihkan isu”.

@blora_hitts: “Akhirnya Bebaskan Habib Riziq tenggelam oleh pengalihan issu garapan mahasiswa ini”.

Kemudian akun @dewi.canciniii menulis “Aksi kalian Save KPK Jilid 1, 2 dan 3, mengalihkan issu bebaskan Habib Muhammad Rizieq Shihab, kalian di upah siapa? Kalian pengalih issu semata!”.

Dihubungi Lentera, Presiden Mahasiswa Uniska MAB Zikri Nur Abadi menanggapi hal itu dengan santai. Selain akun BEM Uniska, dia juga mengaku mendapat sejumlah pesan dari orang tak dikenal di akun instagram pribadi Zikri.

“Pribadi juga ada, tapi gak banyak juga. Mungkin masuknya lewat direct message Instagram,” ujar Zikri, Senin (12/07).

Menurutnya, kritik tersebut bukan menyudutkan pihak pemerintah, melainkan untuk membangun. Kata dia, kritikan yang disampaikan oleh BEM Uniska berdasarkan faktanya.

“Ini sebagai bentuk kasih sayang dan cinta juga sebenarnya,” katanya.

Zikri menambahkan, julukan “The King of Lip Service” ke Presiden Joko Widodo ini sudah nyata. Ia menilai, janji-janji Jokowi saat pencalonan menjadi Presiden RI masih banyak yang belum terlaksana.

“Dan itu hanya sedikit dari fakta-fakta yang memang kami buka ke publik, tapi sebenarnya banyak,” bebernya. (Klk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.