BEM se-Kalsel Sindir Kebijakan PPKM: Kasus Meningkat, Bantuan Malah ‘Tersumbat’

Aksi simbolik mahasiswa di depan kantor Dinas Kalsel, jalan Jendral R Soeprapto, Banjarmasin Tengah, Jumat (20/08) sore.

Lentera Uniska, Banjarmasin – Empat belas mahasiswa Banjarmasin yang tergabung dalam Baran Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan menggelar aksi simbolik, Jumat (20/08).

Menarik, aksi yang juga disisipi kegiatan bagi-bagi sembako ini digelar di depan Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel, jalan Jendral R Soeprapto, Banjarmasin Tengah.

Koordinator aksi, Zikri Nur Abadi, menyebut ini sebagai bentuk sindiran terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan pemerintah.

Menurutnya, PPKM yang diperpanjang berjilid-jilid bukan solusi yang tepat untuk menangani pandemi Covid-19 di tanah air.

“Karena terbukti dengan perpanjangan-perpanjangan yang dilakukan pemerintah, malah masih kita lihat pertambahan jumlah kasus Covid-19,” ujarnya, di sela aksi.

Tak selesai di situ. Zikri menilai PPKM yang dilakukan pemerintah sebagai maksud untuk menekan penyebaran virus menular di Indonesia malah menyengsarakan warga.

Menurutnya, bantuan sosial (bansos) yang dicanangkan pemerintah saat ini masih ‘tersumbat’. Meski Kementrian Sosial sudah berjanji bakal mengucurkan dana cukup besar untuk bantuan terhadap warga terdampak PPKM.

“Pada nyatanya tidak ada bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Bahkan PPKM yang sudah beberapa kali diperpanjang ini kami anggap bukan solusi untuk meredam pandemi,” tambahnya.

Aksi simbolik kali ini berlangsung cukup singkat. Empat belas mahasiswa kompak mengenakan kostum hitam-hitam.

Mereka juga membawa sejumlah poster berisikan sindiran. Seperti “PPKM Bikin Rakyat Sengsara”, “Sudah Divaksin Tetap Miskin” dan beberapa tulisan lain. (Klk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.