Uniska Gelar Wisuda ke-43, Sebanyak 3.134 Mahasiswa Dilepas

Wisuda Uniska MAB ke-43 di Hotel Golden Tulip Banjarmasin

Lentera Uniska, Banjarmasin – Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) menggelar wisuda ke-43 dengan total 3.134 mahasiswa termasuk pascasarjana di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Selasa (21/12).

Pelaksanaan wisuda berlangsung selama tiga hari, mulai hari ini sampai Kamis (23/12). Wisuda digelar dengan dua sesi untuk menimalisir kerumunan karena Banjarmasin masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.

“Karena kita tidak bisa melaksanakan per semester, karena sejak dua tahun ini ada Covid-19. Jadi melaksanakan satu tahun sekali saja,” kata Rektor Uniska, Abdul Malik.

Setidaknya, ada 23 mahasiswa sebagai lulusan terbaik yang diganjar dengan plakat dan sertifikat.

Aulia Mayrina Rahmi, salah satu lulusan terbaik dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83. Mengharapkan agar mahasiswa memiliki prinsip hidup yang kuat untuk mencapai apa yang diinginkan.

“Saya punya prinsip bahwa saya harus berusaha semampunya, jadi ini adalah hasil dari usaha saya dan merasa sangat bangga,” jelasnya, Selasa (21/12).

Aulia merupakan mahasiswa yang aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMP-TI) dan salah satu mahasiswa berprestasi yang sempat menjadi pertukaran pelajar.

“Tahun 2020 saya terpilih sebagai salah satu mahasiswa pertukaran pelajar ke luar negeri, tapi karena pandemi maka keberangkatan di batalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah Kalimantan XI, H Udiansyah, berharap agar para wisudawan dapat menjadi alumni yang berkarakter, berkapasitas dan memiliki daya saing.

“Terlebih lagi, ciri negara yang baik adalah Sumber Daya Manusia (SDM) nya yang mumpuni,” ujarnya.

Abdul Malik juga berpesan kepada wisudawan agar mampu bersaing di dunia kerja setelah mengambil ilmu dan pengalaman di perguruan tinggi ini.

“Jangan berpikiri menerima gaji berapa, tapi berpikirlah saya menggaji berapa. Minimal gaji untuk mereka sendiri, biar tidak jadi beban,” ucapnya. (Krg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.