Sempat Ricuh Hak Pilih Dicabut, Pemegang Tongkat Estafet Korpus BEM SI Akhirnya Terpilih

Penyerahan bendera BEM SI oleh Presidium I kepada Koordinator Pusat (Korpus) BEM SI 2022-2023, Abdul Kholiq.

Lentera Uniska, Banjarmasin – Pada puncak Musyawarah Nasional (Munas) Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) ke XV menetapkan Abdul Kholiq dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai Koordinator Pusat (Korpus) BEM SI tahun 2022-2023.

Munas berlangsung selama sepekan dari Minggu, 15 Mei hingga 22 Mei 2022, di Gedung Serbaguna Chandra Banjarmasin yang dibuka oleh Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Seperti musyawarah pada umumnya, kegiatan tak selalu berjalan mulus. Pada pemilihan Korpus BEM SI, forum sempat ricuh. Lantaran Wilayah dari Jawa Timur (Jatim) dicabut hak pilihnya oleh presidium sidang.

Pencabutan tersebut berdasarkan karena terlambatnya memutuskan koordinator wilayah (korwil) dengan jangka waktu yang telah diberikan forum yaitu 1×3 menit dan 1×5 menit.

Hal ini kemudian menimbulkan pro dan kontra. Hingga kericuhan diakhiri dengan empat almamater berbeda yang membela hak pilih jatim meninggalkan persidangan.

Usai ricuh, pemilihan kembali harus berlanjut untuk menentukan pemegang tongkat kepemimpinan BEM SI 2022.

Berselang waktu lama hingga hampir terbitnya matahari Sabtu, 21 Mei 2022. Penentuan Korpus BEM SI 2022 berakhir. Abdul Kholiq dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi terpilih.

Abdul menyikat habis suara, dengan peroleh 11 suara dari beberapa wilayah. Dibanding lawannya dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Saat ditanya reporter Lentera mengenai komitmen, Abdul Kholiq mengatakan ada tiga yang akan menjadi PRnya kedepan nanti. Pertama mengoptimalkan fungsi koordinator, kedua menjaga komunikasi baik antar sesama dan terakhir merangkul BEM yang belum tergabung.

“Tentu beban berat yang kita coba untuk tetap berupaya karena sifatnya gotong royong diantara beratus kampus ini, kita mengupayakan BEM SI ini lebih baik lagi kedepannya,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa isu yang akan menjadi perhatian Korpus, yakni peta IKN yang perlu dikawal bersama, isu agraria perampasan lahan yang terjadi di Jawa Tengah tepatnya di daerah Wadas, serta wacana tiga periode Presiden RI yang merupakan bentuk merusak agenda pemilu ditahun 2024.

Disisi lain, Abdur Rohim Ketua Pelaksana sangat bersyukur pada kesempatan kali ini Uniska perdana menjadi tuan rumah serta bangga bisa bertemu dengan Presiden Mahasiswa (Presma) luar kalimantan.

Sebagai informasi, disepakati oleh forum pada sidang pleno ke-V, tuan rumah Munas BEM SI XVI 2023 akan bertempat di Bali. (Tns/Jtp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.