Silaturahmi ke Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Uniska Akan Buat MAB Corner untuk Karya Beliau

Silaturahmi dalam rangka peringati usia ke-41 tahun Uniska ke Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Martapura.

Lentera Uniska, Banjarmasin – Dalam rangka peringati usia ke-41 tahun, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB) silaturahmi ke Pondok Pesantren Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Martapura, Senin (18/7) kemarin.

Silaturahmi ini diisi oleh jajaran rektor dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uniska dengan acara Uniska berbagi 100 bingkisan dan Bedah Buku Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau kerap disapa Datu Kalampayan.

Abdurrahim Audah pemateri Bedah Buku mengatakan bahwa pemikiran Datu Kalampayan sangat bagus diterapkan dalam pendidikan, masyarakat maupun pemerintahan.

“Pemikiran Syekh yang dituangkan di Kitab Sabilal Muhtadin bukan hanya kitab saja namun ada gagasan Undang-Undang yang ditaati oleh masyarakat,” jelas Penulis yang kerap di sapa Abie Audah.

Suasana Kegiatan di Aula Ponpes Salafiyah Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari, sumber foto dari uniska-bjm.ac.id

Tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk mengenalkan sosok nama belakang yang di sandang Uniska, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari kepada seluruh warga Uniska.

“Jadi, silaturahmi ini tidak hanya secara fisiknya saja, tetapi juga secara intelektual Syekh lewat bedah buku,” jelas Galuh Nasrullah Kartika Mayang Sari Rofam, Wakil Rektor IV Bidang Keagamaan.

WR IV juga berencana memperbarui kurikulum keislaman di Uniska dengan referensi karya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang akan dimulai pada semester ganjil.

“Insyaallah akan di adakan syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Corner, disitu nantinya akan ada kitab kitab dan karya karya beliau,” tambahnya.

Rasa syukur juga kerap disampaikan Ahmad Daudi Zien guru pondok pesantren tersebut karena Uniska banyak membantu pemikiran menuju keberhasilan pondok pesantren ini.

“Yang di kehendaki yaitu agar bertambah positif  pemikiran lain untuk menuju kemajuan pondok pesantren,” harapnya. (Min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.