Dua Gubernur BEM Fakultas Uniska Diberhentikan, Ada Apa?

Sumber foto dari akun Instagram @bem.fti.uniska

Lentera Uniska, Banjarmasin – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad al Banjari (Uniska MAB) berhentikan Abdur Rohim, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTI periode 2021-2022 lewat berita acara yang diunggah di Instagram @dpmfti.uniska, Selasa (6/9).

Sebelumnya, telah dilaksanakan sidang istimewa pada Kamis (1/9) lalu dengan persetujuan ormawa FTI dan Wakil Dekan III (WD III) FTI Uniska.

Pemberhentian gubernur BEM FTI bukan tanpa aturan, DPM FTI merujuk pada BAB III pasal 9 ayat 3 buku kerja ormawa FTI, ‘Gubernur BEM FTI bisa dicabut kedudukannya atas usulan 50% + 1 anggota aktif BEM FTI dan diketahui DPM FTI dan disetujui WD III FTI’

Saat dikonfirmasi, Ketua DPM FTI Muhammad Alfiannor mengatakan, ada dua alasan terkait pemberhentian Abdur Rohim, yakni tidak ada keterbukaan dan koordinasi pada anggota disetiap kegiatan yang diselenggarakan BEM FTI.

Kedua, Abdur Rohim dinilai mengambil keputusan atau kebijakan secara sepihak tanpa melibatkan anggota BEM FTI.

“Disitu kawan-kawan BEM FTI merasa ada yang janggal, kenapa ini tidak ada koordinasi terus,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Dalam sidang istimewa yang dilaksanakan, Gubernur BEM FTI Abdur Rohim ikut hadir dalam sidang pemberhentian dirinya.

“Saudara Abdur Rohim menerima keseluruhan dari hasil persidangan tanpa adanya keterpaksaan, memang itu kesalahan, dan gubernur mengakui kesalahannya,” ungkap Alfi.

Saat meminta klarifikasi, Abdur Rohim belum ada memberikan tanggapan.

Untuk menutupi kekosongan jabatan, DPM FTI mengangkat wakilnya, yakni Rizki Ramadhani sebagai penganggungjawab gubernur BEM FTI dalam sidang istimewa.

Bukan Kali Pertama Sidang Istimewa Terjadi

30 Juni 2022 lalu, ormawa FISIP Uniska mengadakan pertemuan. Kemudian tertanggal pada 3 Juli lewat mediasi yang dipimpin langsung oleh WD III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Gubernur BEM FISIP Diki Wahyudi dan Sekretarisnya Nor Halisa berhenti.

Hal tersebut diunggah lewat press release di akun Instagram @bemfisipuniska 25 Juli 2022. Terpampang jelas, Gubernur dan Sekretaris BEM FISIP berhenti lewat surat pengunduran diri.

Belum diketahui pasti alasannya mengundurkan diri. Pasalnya komunikasi yang dilayangkan tim Lentera tak mendapat balasan dari pihak terkait. (Klk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.