LENTERAUNISKA.ID, BARITO KUALA-Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Sebanyak 1.057 mahasiswa diterjunkan ke dua kecamatan, yakni Tamban dan Tabunganen, pada Rabu (28/1/2026).
Peserta KKN berasal dari enam fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Studi Islam, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
KKN tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Potensi Lokal untuk Mendorong Kemajuan Masyarakat yang Mandiri dan Berkelanjutan.” Program ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran sosial yang strategis bagi mahasiswa, sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan, empati, dan integritas di tengah kehidupan bermasyarakat.
Rektor Uniska, Mohammad Zainul, dalam sambutannya berharap mahasiswa dapat mengikuti KKN dengan baik serta mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat desa.
“Semoga saudara-saudari nantinya senantiasa dalam keadaan sehat walafiat sehingga dapat mengikuti KKN ini dengan baik. Namun yang paling penting adalah jaga kesehatan, jaga kekompakan dan harus bisa beradaptasi terhadap masyarakat yang ada di pedesaan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Uniska, Budiman Mustafa, berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater, memiliki integritas, serta menghormati adat dan budaya setempat.
“Saya berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater Uniska. Tunjukkan sikap rendah hati, disiplin, menjunjung tinggi etika, serta menghormati adat dan budaya setempat. Jadilah teladan, bukan hanya sebagai mahasiswa tetapi sebagai insan akademik yang berkarakter,” ucapnya dalam sambutan.
Ketua Pelaksana KKN, Idzani Muttaqin, menyebutkan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca yang tidak menentu serta akses jalan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih intensif.
“Jadi tantangannya itu cuma alam, cuaca tidak menentu, sama ini kan daerah Tabunganen sama Tamban itu ada sebagian yang tidak bisa dicapai dengan roda empat. Hanya bisa roda dua dan ada yang malah dengan klotok,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, meskipun mahasiswa hanya berada di lokasi KKN selama lima hari, keseluruhan rangkaian kegiatan berlangsung selama satu bulan. Sebelumnya, para mahasiswa telah melakukan survei dan menyiapkan program kerja, sehingga waktu lima hari di lapangan difokuskan untuk pelaksanaan program tersebut.
