Mengenal Super flu dan Langkah Pencegahannya

Mengenal Influenza A H3N2 dan Langkah Pencegahannya
Ilustrasi 

LENTERAUNISKA.ID, BANJARMASIN – Influenza masih menjadi salah satu penyakit pernapasan yang perlu diwaspadai masyarakat. Salah satu jenis yang kerap diperbincangkan adalah Influenza tipe A subvarian H3N2 subclade K, yang di masyarakat sering disebut sebagai super flu.

Istilah super flu sendiri bukan merupakan nama medis resmi melainkan sebutan untuk menggambarkan virus influenza yang memiliki tingkat penularan relatif tinggi. Dalam beberapa kasus, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada lebih dari satu orang lainnya melalui droplet atau kontak dekat.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa Influenza A H3N2 subclade K masih tergolong sebagai influenza musiman dan tingkat keparahannya tidak berbeda secara signifikan dibandingkan jenis influenza lainnya.

Gejala yang umum muncul pun mirip dengan flu pada umunya meliputi demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, dan rasa lelah.

Meski demikian, kelompok rentan perlu meningkatkan kewaspadaan, menurut dokter spesialis anak konsultan, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menyebutkan bahwa anak-anak dengan penyakit penyerta, seperti asma, penyakit jantung bawaan, diabetes, atau gangguan sistem imun, berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius, termasuk infeksi saluran pernapasan bawah.

Sejumlah faktor dapat memengaruhi meningkatnya penularan influenza, antara lain kondisi daya tahan tubuh yang menurun, lingkungan dengan kepadatan tinggi, serta kebersihan yang kurang optimal, kemudian pada sebagian orang, gejala influenza juga dapat dirasakan lebih lama akibat kelelahan, stres, atau kondisi kesehatan tertentu.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:

  1. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, dan mencukupi waktu istirahat.

  2. Menggunakan masker saat mengalami gejala flu serta menerapkan etika batuk untuk mencegah penularan.

  3. Melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan, guna menurunkan risiko keparahan penyakit.

  4. Beristirahat yang cukup dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala flu memburuk atau tidak kunjung membaik.

Dengan pemahaman yang tepat dan langkah pencegahan yang konsisten, risiko penularan influenza dapat ditekan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *