Usai Cedera Saat Bentrok dengan Aparat, 3 Korban Mahasiswa Mulai Pulih

Usai Cedera Saat Bentrok dengan Aparat, 3 Korban Mahasiswa Mulai Pulih
Massa aksi bentrok dengan aparat hingga dilarikan ke rumah sakit.

LENTERAUNISKA.ID, BANJARMASIN – Aksi demo mahasiswa yang berlangsung di depan gedung DPRD Kalimantan Selatan sempat ricuh.

Kericuhan terjadi saat massa mencoba memaksa masuk ke dalam gedung, sehingga tiga mahasiswa mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Ulin.

Dua di antaranya adalah Ketua BEM UNISKA, Muhammad Arifin, dan mahasiswa UCB, Muhammad Hanafi.

Arifin menceritakan kronologi saat dirinya berada di depan barisan mahasiswa.

“Kemarin itu posisi saya berada di depan, setelah itu polisi maju menarik saya sampai terjatuh, dikerumuni, dan mendapatkan pukulan. Badan bagian belakang diinjak-injak hingga kepala dipukul menggunakan pentungan,” ungkap Arifin.

Sementara Hanafi menambahkan, dirinya ikut terseret ke dalam barisan aparat dan mendapat tindakan represif.

“Awalnya cuma dorong-mendorong, hingga akhirnya saya mendapatkan libasan dari tameng-tameng polisi. Setelah itu saya ditarik ke dalam barisan dan mendapatkan tendangan, pukulan, hingga akhirnya tak sadarkan diri,” jelas Hanafi.

Presma UMB, Muhammad Irfan Naufal, menuntut agar Kapolda Kalimantan Selatan menindaklanjuti aksi represif tersebut.

Kondisi korban kini telah membaik. Arifin menyatakan, “Alhamdulillah sudah membaik, cuma masih sakit di belakang kepala. Malam tadi keluar dari Rumah Sakit Ulin jam 8 malam.”

Hanafi juga sudah kembali beristirahat di rumah setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Selain itu Presma Sapta Mulia, Abdullah, turut menjadi korban. Ia menceritakan saat mencoba menolong rekannya yang terseret ke barisan aparat, ia justru dipukul di hidung hingga berdarah.

“Waktu itu saya mau tarik rekan saya, tapi tiba-tiba aparat memukul telak di bagian hidung kiri saya sampai berdarah. Akhirnya saya ditarik teman-teman ke belakang untuk diobati,” ujarnya.

Sehubungan dengan rencana aksi jilid II, Abdullah berharap pada kesempatan tersebut pihak kepolisian bisa bersikap lebih humanis dan tidak melakukan tindakan represif terhadap mahasiswa.

Editor: Eka Nurrisma

Reporter: M. Faris Abdilah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *