
LENTERAUNISKA.ID, Banjarmasin – Aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) berujung kericuhan pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 18.13 WITA.
Kericuhan terjadi ketika massa berupaya masuk ke dalam gedung setelah tidak diperbolehkan masuk. Massa mencoba menerobos dari dua sisi gerbang Gedung DPRD Kalsel, dalam kejadian tersebut dua orang dilaporkan terluka.
Salah satunya merupakan jenderal lapangan aksi, M. Irfan Naufal Presma Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, yang mengalami sesak napas dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara selain itu seorang perempuan juga dilaporkan mendapat dugaan tindakan kekerasan dan turut dibawa untuk mendapatkan perawatan.
Rizki menyebut massa menduga terdapat tindakan represif dari aparat kepolisian terhadap peserta aksi. Pihaknya menyatakan akan memproses dugaan tersebut melalui Propam Polda Kalimantan Selatan.
“Dugaan pemukulan yang akan kami proses dan akan kami laporkan ke Propam Polda Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, massa menyatakan tidak puas terhadap hasil pertemuan dan membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan.
Muhammad Arifin, Koordinator wilayah BEM se-Kalimantan Selatan, mengatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu sebelum menentukan waktu aksi berikutnya.
“Yang jelas, apa yang kemudian hari ini kami layangkan, delapan tuntutan itu, akan terus kami bawakan sampai semuanya konkret bisa terakomodir,” katanya.
Ia menyebut aksi lanjutan berpotensi digelar sebelum batas waktu dua minggu yang diberikan massa, namun waktu pelaksanaannya masih menunggu hasil konsolidasi.
Massa juga menegaskan akan terus mengawal tuntutan terkait karhutla, ketenagalistrikan, BBM, serta pengesahan UU Perampasan Aset hingga memperoleh kepastian dan langkah konkret dari pemerintah.
Reporter:Muhammad Faris Abdillah
Editor : Eka Nurrisma
