Sempat Terjadi Ketegangan di Hari Kedua PKKMB Uniska MAB, Kampus dan BEM Beri Penjelasan

Sejumlah mahasiswa berhadapan dengan tim keamanan saat ketegangan terjadi di tengah pelaksanaan PKKMB Uniska MAB

LENTERAUNISKA.ID, BARITO KUALA – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska MAB) pada hari kedua diwarnai ketegangan. Situasi tersebut terjadi setelah sejumlah mahasiswa berupaya menuju lantai empat tempat rangkaian kegiatan berlangsung.

Ketegangan tersebut berkaitan dengan penyampaian aspirasi mahasiswa serta polemik materi yang disampaikan pemateri dari TNI dalam rangkaian PKKMB. Pihak kampus dan BEM kemudian memberikan penjelasan dari sudut pandang masing-masing terkait persoalan tersebut.

Wakil Rektor III Uniska MAB, Dr. Didi Susanto, S.Sos., M.Ikom., M.Pd., memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Pihak kemahasiswaan menyebut sebelumnya telah disepakati bahwa penyampaian aspirasi mahasiswa dilakukan di luar gedung, tepatnya di lantai satu.

Namun, sebagian mahasiswa kemudian berupaya menuju lantai empat. Tim keamanan selanjutnya melakukan penghadangan untuk menjaga kegiatan PKKMB tetap berlangsung dan tidak mengganggu mahasiswa baru.

Situasi tersebut kemudian diwarnai aksi dorong-mendorong antara mahasiswa dan tim keamanan.

“Kalau terjadi dorong-mendorong, itu tidak disengaja. Mereka mendorong, itu aksi spontan. Jangan dikaitkan dengan aksi kekerasan,” ungkapnya.

Pihak kemahasiswaan juga menyampaikan permintaan maaf apabila dalam insiden tersebut terdapat pihak yang mengalami kontak fisik maupun luka.

“Kalau itu ada terjadi kontak, luka jika ada, kami selaku bidang kemahasiswaan meminta maaf,” katanya.

Selain persoalan aksi di lokasi kegiatan, pihak kemahasiswaan turut memberikan penjelasan mengenai materi yang disampaikan pemateri dari TNI. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Bela Negara (Budaya Menjaga Lingkungan)”.

Sementara itu, pihak BEM menyampaikan pandangan berbeda mengenai materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Mereka mengaku telah berkoordinasi dengan panitia terkait pemateri PKKMB, namun menilai terdapat kejanggalan ketika materi yang seharusnya membahas Bela Negara kemudian menyinggung karhutla dan penanganan kebakaran.

“Hari ini kami menemui kejanggalan, materi yang seharusnya membahas Bela Negara tiba tiba berubah membahas karhutla dan penanganan kebakaran,” pungkasnya.

Pihak BEM juga menegaskan bahwa mereka tidak ingin ada instansi yang berkesan menjadi “pahlawan” dalam bencana karhutla tersebut.

Selain persoalan materi, BEM menyebut aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kritik terhadap masuknya pihak militer ke lingkungan akademik. Mereka membantah aksi tersebut ditujukan untuk memicu konflik dengan pihak internal kampus.

“Sebenarnya bukan ingin bermusuhan dengan dosen atau memicu konflik, melainkan kritikan atas masuknya militer ke dalam kampus,” tegasnya.

Di sisi lain, pihak kemahasiswaan turut menyoroti posisi Ketua BEM yang disebut menjadi bagian dari kepanitiaan PKKMB. Menurut pihak kemahasiswaan, posisi tersebut semestinya turut berperan menjaga kondisi kegiatan tetap aman dan kondusif.

“Dia sebagai wakil ketua kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru. Mestinya memosisikan diri sebagai wakil ketua, menjaga situasi tetap aman, kondusif, dan terkendali,” ujarnya.

Pasca-insiden, pihak kampus dan BEM kemudian melakukan pertemuan untuk membahas persoalan yang terjadi. Pertemuan tersebut berlangsung tanpa adanya persoalan lanjutan.

“Sudah ada pertemuan dan tadi aman-aman saja,”Jelas WR III Uniska.

Meski masih menjadi perhatian di media sosial, persoalan antara pihak kampus dan BEM telah diselesaikan melalui pertemuan. Kedua pihak telah berdamai dan situasi di lingkungan Uniska MAB kini kembali kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *