Berujung Ricuh, Aksi Jilid II BEM se-Kalsel di DPRD Kalsel Tiga Mahasiswa di Laporkan Terluka

 

bentrok antara massa aksi dan aparat

LENTERAUNISKA.ID, BANJARMASIN —Aksi lanjutan yang masih berkaitan dengan rangkaian pembahasan sengketa lahan Sidomulyo, yang sebelumnya menghasilkan kesepakatan forum mediasi di DPRD Kalimantan Selatan pada 5 Mei 2026, kembali berujung pada aksi massa di lapangan. Aksi jilid II yang digelar BEM se-Kalimantan Selatan pada Rabu (22/4) tersebut berakhir ricuh dan mengakibatkan tiga mahasiswa dilaporkan terluka.

Aksi dimulai sejak pukul 15.00 WITA dengan titik kumpul di kawasan 0 KM Banjarmasin, kemudian massa bergerak menuju Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Setibanya di lokasi, massa aksi mulai menyampaikan sejumlah poin tuntutan secara bergantian, termasuk isu sengketa tanah serta berbagai persoalan kebijakan lainnya.

Pada awalnya, aksi berlangsung kondusif dengan penyampaian tuntutan oleh massa aksi. Namun situasi mulai memanas setelah seluruh tuntutan selesai disampaikan, menyusul informasi bahwa Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK, tidak akan lagi menemui massa aksi secara langsung. Kondisi tersebut memicu kekecewaan sebagian peserta aksi.

Awalnya, massa aksi masih menunggu pihak terkait untuk kembali duduk bersama. Namun setelah diberikan waktu sekitar 15 menit, pihak yang dimaksud tidak kunjung hadir. Situasi tersebut kemudian memicu eskalasi di lapangan, hingga sebagian massa mulai berupaya memasuki Gedung DPRD Kalimantan Selatan.

Upaya tersebut dihadang oleh aparat kepolisian yang berjaga di lokasi, sehingga bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan tidak dapat terhindarkan. Ketegangan di lokasi sempat berlangsung beberapa saat sebelum situasi berhasil dikendalikan.

Akibat insiden tersebut, tiga mahasiswa dilaporkan menjadi korban dan sempat mendapatkan penanganan medis dengan bantuan ambulans. Ketiganya terdiri dari mahasiswa STIHSA, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, serta satu korban lainnya yang belum terkonfirmasi identitasnya. Hingga kini, kondisi para korban dilaporkan telah membaik dan sudah dipulangkan.

Massa aksi menyatakan ketidakpuasan atas jalannya aksi jilid II ini karena tidak adanya kepastian dari pihak berwenang. Mereka juga berencana melakukan konsolidasi lanjutan dalam dua hingga tiga hari ke depan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Koordinator Pusat BEM se-Kalimantan Selatan, Naufal, menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali menggelar konsolidasi sebagai bentuk evaluasi aksi.

“Maka bisa dipastikan kami akan konsolidasi kembali untuk hal yang selanjutnya,” ungkap Naufal.

Massa aksi berharap pada aksi lanjutan berikutnya, seluruh poin tuntutan yang telah disampaikan dapat ditanggapi secara jelas dan menghasilkan penyelesaian konkret dari pihak terkait.

Editor : Eka Nurrisma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *