
LENTERA UNISKA.ID,BANJARMASIN – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi simbolik bertajuk “Menolak Lupa Tragedi Jumat Kelabu 23 Mei 1997”, Sabtu (23/5/2026).
Ratusan massa aksi berkumpul di Taman Kamboja sejak pukul 14.00 Wita sebelum bergerak menuju depan Hotel Arum Banjarmasin sekitar pukul 15.35 Wita.
Sesampainya di lokasi, massa aksi menyampaikan orasi serta pembacaan puisi yang menggambarkan tragedi kelam “Jumat Kelabu” yang terjadi 29 tahun silam di Kota Banjarmasin.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap tragedi berdarah itu tidak kembali terulang di Banua.
Selain orasi, massa juga melakukan aksi simbolik tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan mengenang para korban yang gugur dalam peristiwa Jumat Kelabu 1997.
Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan lima tuntutan utama, yakni menolak segala bentuk represifitas dan pembungkaman dalam demokrasi, mendesak pemerintah menuntaskan pelanggaran HAM berat masa lalu, menuntut supremasi sipil dan penolakan militerisme dalam ruang demokrasi, mendesak negara menjaga demokrasi agar tidak memicu pertumpahan darah, serta meminta elite politik menghentikan praktik politik yang memecah belah masyarakat.
Jenderal Lapangan aksi, Muhammad Arifin mengatakan masyarakat tidak seharusnya terpecah belah akibat fanatisme politik yang dipicu kepentingan elite.
“Sebenarnya permainan-permainan elite ini yang menyebabkan masyarakat terpecah belah. Yang dimana elite politik di atas tidak terkena dampaknya, namun masyarakat yang kemudian teradu domba,” ujarnya.
Arifin menambahkan, aksi tersebut menjadi bentuk refleksi bersama bagi mahasiswa dan masyarakat Kalimantan Selatan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Ia juga menyebut aksi simbolik mengenang Jumat Kelabu akan terus dilakukan setiap tahun sebagai bentuk pengingat sejarah dan komitmen menjaga demokrasi.
Reporter : Gina Hadiza
