Mahasiswa FTI Uniska Hadirkan Inovasi Berbasis IoT di Kunjungan TP Posyandu Provinsi Kalsel

Soft Launching Aplikasi Sipandu Oleh TP Posyandu Prov Kalsel Bersama Mahasiswa FTI Uniska

LENTERAUNISKA.ID, BANJARBARU – Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAB) turut berpartisipasi dalam kegiatan kunjungan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang digelar di Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru.

Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diusung oleh pemerintah kelurahan. Lurah Sungai Besar menggagas penerapan layanan SPM tersebut sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan Posyandu kepada masyarakat.

“Kedepannya, Posyandu memang akan melayani enam SPM, dan dari kemeriahannya terlihat antusias masyarakat yang luar biasa,” ujar Al Fath Riza, perwakilan tim ID Subes.

Dosen FTI itu menjelaskan bahwa informasi mengenai enam layanan SPM disampaikan secara visual di lokasi acara, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahami alur dan jenis pelayanan yang tersedia di Posyandu.

Dalam kegiatan ini, tim ID Subes bekerja sama dengan mahasiswa Uniska menghadirkan sejumlah inovasi berbasis teknologi, khususnya yang mendukung digitalisasi layanan Posyandu. Beberapa di antaranya adalah Posyandu Teknologi, sistem informasi Posyandu terpadu, dan pengelolaan sampah berbasis Internet of Things (IoT).

“Beberapa inovasi kami kerjakan, seperti Posyandu Teknologi, sistem informasi Posyandu terpadu, dan pengelolaan sampah berbasis Internet of Things (IoT),” lanjut Al Fath Riza. Selasa (20/5/2025)

Salah satu pencapaian penting dalam kegiatan ini adalah soft launching aplikasi Sipandu, sebuah platform digital yang dirancang untuk mendukung pelayanan dan pencatatan data Posyandu secara real-time. Aplikasi ini dikembangkan oleh tim pembina Posyandu Kota Banjarbaru dan diharapkan dapat menjadi solusi digital yang mempercepat pelayanan kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu, inovasi teknologi tepat guna yang dipamerkan juga mencuri perhatian. Salah satu karya bahkan berhasil meraih juara dua dalam sebuah ajang inovasi tingkat kota. Teknologi tersebut mampu mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi seperti briket, batako, dan minyak, meskipun hasil akhirnya masih memerlukan proses pemurnian lebih lanjut.

 

Editor : Muhammad Husain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *