
LENTERAUNISKA.ID,BANJARMASIN — Sivitas akademika Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) kembali menorehkan capaian riset aplikatif. Melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tahun 2026 yang didanai Belmawa Kemdiktisaintek, tim mahasiswa UNISKA MAB sukses merealisasikan purwarupa instrumen deteksi gas cerdas portabel bernama SIPARTA.
Inovasi ini dirancang guna menjawab persoalan nyata di lingkungan domestik, khususnya ancaman keracunan akibat reaksi silang bahan pembersih rumah tangga yang kerap digunakan bersamaan secara sembarangan. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), angka mortalitas akibat keracunan tidak disengaja di Indonesia mencapai 0,3 per 100.000 penduduk. Ketiadaan detektor berbiaya terjangkau yang mampu membaca gas campuran kompleks melatarbelakangi lahirnya karya karsa cipta ini.
Ketua tim pelaksana SIPARTA, Muhammad Rahman, menuturkan bahwa detektor komersial umumnya hanya peka pada satu jenis gas tunggal sehingga rentan memicu alarm keliru saat merespons senyawa campuran.
“SIPARTA memadukan empat sensor gas sekaligus, yakni MiCS-5524, Figaro TGS2600, MQ-2, dan MQ-135 dengan konverter ADC 16-bit. Konfigurasi ini memungkinkan sistem membaca pola sidik jari kimiawi atau chemical fingerprinting secara simultan di udara,” terang Rahman.

Anggota tim teknis, Renny Melanda Febriyanti, menambahkan bahwa keunggulan instrumen ini terletak pada kemandirian operasinya. Algoritma Jaringan Saraf Tiruan dengan 12.739 parameter ditanamkan langsung pada perangkat (edge computing) menggunakan prosesor Raspberry Pi 3 B+ dan baterai Li-ion terproteksi BMS.
“Jika terjadi anomali gas, alarm suara dan indikator bahaya di alat tetap menyala seketika meski koneksi internet rumah tangga terputus total. Di sisi lain, saat terhubung secara daring, data kedaruratan tercatat permanen ke jaringan blockchain Polygon Amoy Testnet yang telah stabil dalam 25 transaksi, serta didukung asisten Gemini AI API untuk panduan mitigasi korban,” papar Renny.
Karya orisinal mahasiswa UNISKA MAB ini telah resmi mengantongi Surat Pencatatan Ciptaan Program Komputer nomor 001482447 dari Kementerian Hukum RI. Tim kini mematangkan persiapan pengujian laboratorium ruang tertutup (chamber test) dengan target akurasi minimal 85 persen pada 8 skenario uji gas sebelum diimplementasikan ke masyarakat.
